Halaman

Senin, 23 Desember 2013

Tried to Be A Photographer

Ini beberapa foto iseng yang gue ambil waktu jadi panitia bagian dokumentasi di acara ISS.. Seneng aja sama hasilnya, walaupun masih jauh dari kata profesional..






Dalam Doaku

Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara.

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana.

Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis, yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu.

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku.

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku, yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku

Aku mencintaimu..

Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu..

(1989)” 
 Sapardi Djoko Damono
“Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu. Ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil menangis dan tak ada orang bertanya kenapa.

Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk memecahkan cermin membakar tempat tidur. Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-rintik di lorong sepi pada suatu pagi.”


Hari ini,,, gagal marah.. Entah kenapa gue kok kalo niatan mau nyuekin ni orang gagal mulu. Jadi bete sendiri. Gue juga ga bisa nolak kalo orang minta sesuatu ke gue. Termasuk ketika dia minta ngerjain tugas bareng atau minta ajarin metdin. Padahal gue juga ga bisa metdin. Bukan berarti gue keberatan atau ga ikhlas. Gue seneng kok kalo bisa bantu orang lain, ga ada paksaan apapun. Hal itu berlaku ke semua orang, ga cuma ke dia doang. Tapi, ketika dia yang ngajak atau minta ngerjain tugas bareng, gue teringat masa-masa ga enak jaman dulu. Dia selalu minta ajarin ke temen gue. Maunya apa-apa sama dia. Sampe bela-belain pagi-pagi dateng ke kosannya. Sekarang giliran temen gue marah, dia jadi balik lagi ke gue. Sejujurnya,, gue ngerasa kayak jadi pelarian (lagi). Tapi entahlah,, isi hati seseorang cuma orang itu sama Allah yang tau. Yang penting niat gue tulus mau bantu orang itu. Gapapa kalo emang cuma dijadiin pelarian, biar Allah yang bales kebaikan gue...

Minggu, 22 Desember 2013

"Bahagia itu sederhana...."

Iya, bahagia itu bener-bener sederhana. Ada di antara kalian, walaupun ga ada yang istimewa, gue tetep bahagia. Ada bareng 'elu' walaupun cuma duduk bareng sambil ngegaring, gue tetep bahagia. Kencan berdua sama laptop gue di kampus walaupun dengan sinyal wifi yang ogah-ogahan, gue tetep bahagia...