Halaman

Rabu, 29 Mei 2013

Posisi Menentukan Prestasi

Selasa, 28 Mei 2013


Pagi ini terbangun dengan kagetnya karena ternyata semalem gue ketiduran sampe pagi. Padahal semalem niatnya mau ngerjain PR Metfis (peta aerological, sama nyari ayat di Al-Qur'an) trus belajar buat UP hari ini. Oke, berangkat agak pagi ke kampus. Daaaann, pas nyampe kelas ternyata si Lina udah dateng duluan. Padahal biasanya selalu gue yang dateng paling awal di antara lintang kuda dan nge-tag tempat duduk buat mereka. Yang lebih mengejutkan lagi adalah,,, si Buncis juga udah dateng. Alhamdulillah ya Allah, akhirnya dia masuk kuliah Metfis dan dateng pagi. milkysmile

Hmmm,, pas mau duduk, ternyata si Lina malah pindah ke barisan paling depan. Sekali lagi, barisan paling depan. Padahal hari ini kan kita UP. Yep, karena gue mahasiswa teladan, gue ga akan nyontoh cara Lina. Maka, gue ambil posisi siap tempur nyontek di sebelah Buncis. Laluuuu, satu per satu personil dateng. Posisi dari kiri ke kanan : Buncis - Gue - Nita - Via - Afni. Ada pepatah, "Posisi menentukan prestasi". Gue percaya sama pepatah itu. Dan menurut gue posisi paling tepat saat ini adalah duduk di antara temen-temen tercinta gue *halah. Oh iya, ada Derri juga yang duduk di depannya Buncis. 

Kuliah Metfis pagi ini, gue rasa jarang banget ada yang merhatiin Pak Bey. Setiap orang sibuk belajar, baca slide, latihan soal, atau mencoba belajar (kayak gue). milkysmile Oh iya ada kata-katanya Nita yang gue suka pagi ini. Ceritanya si Bun mau nanya ke dia tentang peta aerological. Trus dia ngejawab, "Sorry, Jan. Itu bukan spesialisasi gue". Keceeeee banget! milkysmile

Beberapa menit sebelum UP dimulai,, tiba-tiba Afni membuat pengakuan kalo dia ngetik semua soal+jawaban UP Metfis tahun lalu yang dikasih sama Bang Jep, di note hapenya dia. Apaaaaa?? milkysmile Sumpah ga pake bo'ong, dia rajin banget. Yep, akhirnya UP dimulai. Jeng, jeng, jeeeeeeng... Ternyata soalnya sama persis sama yang dikasih Bang Jep. Yaaah, ada yang beda-beda dikit sih, ditambah dua soal essay. Akhirnya kita bergotong-royong ngerjain soal-soal yang ga ada di soalnya Bang Jep, dengan spesialisasi masing-masing tentunya, hehehe.

Hmm,, tinggal dua soal PG lagi yang belum dijawab. Tiba-tiba Afni bilang, "Ges, kalo kita dibikin divisi, gue divisi eksternal, lu divisi internal". Hahaha, lucu juga si. Soalnya si Afni itu bertugas nyari jawaban atau berkoneksi ke luar lintang kuda. Sedangkan gue, mendistribusikan jawaban yang udah didapet ke seluruh lintang kuda, dari kiri ke kanan, atau sebaliknya.

Berikut kertas jawaban yang berhasil gue foto....

Ini punya Via :D

Ini punya gue :D

Ini punya Afni :D

Ini punya Buncis :D

Ini punya Nita :D

Yuhuuuu,, dan abis itu kita ngumpulin jawaban. Afni, Nita, sama Via pergi makan ke PGB. Kenapa mereka suka banget makan di PGB? Sebenernya si buat gue ga masalah kalo soal makanannya. Yang jadi masalah itu jauhnya. Dan buat jalan ke sana itu panas banget! So, gue nungguin Lina aja, hahaha.

Hmmm,,, kuliah Metstat entar siang ga terlalu ngebetein kayaknya. Kebayang gue bakal duduk anteng sambil main laptop. Pas mau keluar kelas, si Bun malah nitip absen ke gue dan mau cabut. Ha? Padahal minggu lalu pas gue mau nitip absen ke dia, dianya ga mau. milkysmile Oke, skip..

Tibalah waktunya kuliah Metstat. Dengan muka sumringah, buka laptop. Baru nyalain, orang-orang udah pada rempong. Ada yang minta film, ada juga yang numpang online. Akhirnya gue ikhlaskan laptop gue mereka pake dulu. Pas mereka balikin, gue nerima laptop gue dengan muka yang ga kalah sumringah kayak di awal. Baru sebentar make,,, tiba-tiba laptop gue mati sodara-sodaraaaa. Baterainya abis! milkysmile

Untungnya, tiba-tiba si Frida pindah di sebelah gue, dan curhat tentang cowoknya. Jadi gue ga bete harus terjebak di tengah kuliah yang seru garing abis. Kecenya lagi, kita malah foto-foto pake webcam laptopnya Frida, hehehe.. Muka badak banget kita...













Hahaha, agaknya hari ini otak kita udah geser. Abis itu biasa aja si. Kita RG sampe jam 4 sore. Malemnya ada acara Stratosfer. Pulangnya, si Afni ngajakin makan mie rebus di Starbucks perwira. Pas pulang bareng sama Agung juga, jadi diajak aja sekalian. Nyampe di Starbucks, si Afni ngebongkar-bongkar dompetnya Agung. Dan apa yang kita temukan???? Kita nemu fotonya Pacul sodara-sodaraaaaa...



Jadi? Sebenernya apa hubungan mereka selama ini? Be-nar-kah,, Agung diam-diam memendam perasaan terhadap Pacul? *baca pake gaya guyot milkysmile

Yah,, kesimpulannya si, hari ini seru banget. Gokil banget. Makasi buat kalian semua. Ini bikin gue makin cinta sama kalian, hahahahahaha... milkysmile

Minggu, 19 Mei 2013

Untuk Kamu yang Sedang Gundah

Tulisan ini gue dedikasikan buat lintang kuda, especially Nita yang tiba-tiba sms dini hari.. Maaf ya sayang, guenya udah tidur.. Nah gue rasa kata-kata ini ga bakal cukup gue kirim lewat 5 sms..

Kamu, yang hatinya sedang gundah..
Kamu, yang menyembunyikan senyum indahmu..
Kamu, yang merasa dirimu bukan apa-apa jika dibandingkan dengan orang lain..
Ketahuilah, Tuhan bukan secara kebetulan menempatkanmu pada suatu kondisi..
Jika Tuhan menempatkanmu pada kondisi yang sangat sulit,,
lalu kamu merasa Tuhan tidak adil memilihmu,,
itu bukan karena Tuhan membencimu,,
tapi karena hanya kamulah yang bisa melewati itu..
Ketika kamu ingin didengar..
Ketika kamu membutuhkan pundak untuk menangis..
Ketika kamu membutuhkan tangan lain untuk menolongmu..
Lihatlah,, selalu ada kami di sisimu..
Hanya saja,, tidak semuanya bisa menebak apa yang ada di hati dan pikiranmu..
Kamu hanya perlu mengutarakannya dengan jujur..
"And I swear,, I'll be there 'til the end of time.."

Perbedaan..
Mengapa ada yang namanya perbedaan?
Untuk saling melengkapi bukan?
Setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing..
Jangan merasa dirimu rendah karena suatu hal..
Coba lihat..
Apakah ada yang namanya orang kaya, jika tidak ada mereka yang miskin?
Setiap orang itu penting, setiap orang itu berharga..
Setiap orang itu pintar, pintar di bidangnya masing-masing..
Setiap wanita itu cantik, cantik dengan pembawaannya masing-masing..
Dan satu hal yang paling penting..
Bukan hanya kondisi fisik yang menentukan seberapa sempurna seseorang..
Lihatlah hatinya..
Lihatlah tutur katanya..
Lihatlah tatapan matanya..
Mata tidak akan pernah bisa berbohong..
Mata berbicara jauh lebih baik..

Kita..
Kita, lintang kuda..
Kita berlima, ditambah dua orang pria yang, mungkin tidak begitu dekat..
Tapi jumlah kita menjadi tujuh bukan?
Warna pelangi juga tujuh..
Kamu,, iya kamu..
Kamu salah satu warnanya..
Tidakkah kamu sadar seberapa pentingnya dirimu untuk kami?
Kamu ibarat merahnya warna pelangi..
Jika kamu tidak ada,, bukankah warna pelangi menjadi tiga?
Tiga? Kenapa hanya tiga?
Karena warna jingga, nila, dan ungu juga akan hilang bersamamu..
Kesimpulannya?
Jika kamu tidak ada, akan ada kehilangan yang dirasakan oleh yang lain..
Jika kamu tidak ada, kita tidak akan seindah ketika kamu berdiri bersama kami..
Begitu bukan?
Kita seimbang,,
Berdiri di bumi yang sama..
Berdiri di bawah langit yang sama..
Melihat matahari yang sama..
Tetapi dengan warna yang berbeda..
Menciptakan variasi gradasi dalam indahnya nuansa..
"US"


Image from here
Image from here
"And in this crazy life..
And through these crazy times..
It's you, it's you..
You make me sing..
You're every line..
You're every word..
You're everything.."

Sabtu, 04 Mei 2013

Tenang, mungkin itu kata yang tepat.
Mencoba untuk tenang.
Tidak lagi menyebut nama dia yang selama ini punggungnya kutatap,
bukan berarti tidak memikirkannya sama sekali.
Hanya saja, ada rasa sakit yang menjalar ketika menyebut namanya.
Ada monster yang memaksa ingin keluar ketika bercerita tentang dia.
Namun, di sisi lain ada rindu yang mengintip.
Aku dan dia..
Seperti dua orang yang bertemu untuk pertama kalinya.
Jangan, jangan lagi kalian tanyakan padaku ke mana dia pergi.
Jangan lagi kalian tanyakan padaku segala hal tentangnya.
Karenaaa,, aku tak lagi mengenal dirinya seperti dulu..
Cinta itu seperti menunggu bus.
Bus yang datang bukanlah bus yang kau harapkan.
Dan saat bus yang kau harapkan datang,
Akan ada hambatan yang menghalangimu menaikinya.
Ini terjadi setiap saat.
Saat busnya tiba, kau harus memutuskan untuk menaikinya atau tidak.

_First Kiss_