Halaman

Sabtu, 04 Mei 2013

Tenang, mungkin itu kata yang tepat.
Mencoba untuk tenang.
Tidak lagi menyebut nama dia yang selama ini punggungnya kutatap,
bukan berarti tidak memikirkannya sama sekali.
Hanya saja, ada rasa sakit yang menjalar ketika menyebut namanya.
Ada monster yang memaksa ingin keluar ketika bercerita tentang dia.
Namun, di sisi lain ada rindu yang mengintip.
Aku dan dia..
Seperti dua orang yang bertemu untuk pertama kalinya.
Jangan, jangan lagi kalian tanyakan padaku ke mana dia pergi.
Jangan lagi kalian tanyakan padaku segala hal tentangnya.
Karenaaa,, aku tak lagi mengenal dirinya seperti dulu..

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar