Kalo ditanya suka dukanya tinggal di Perwira, lebih banyak dukanya kayaknya. Memasuki bulan September, Indonesia mengalami musim hujan. Ga akan jadi masalah kalo Perwira ada di dataran tinggi. Tapi,,,,,, kenyataan berkata lain. Belakangan hari ini, stock sepatu udah menipis beriringan dengan isi dompet. Payung ga lagi melindungi seluruh badan dari air. Cuma kepala doang yang ga basah.
Tragedi paling naas terjadi kemarin sore, pulang kuliah Klimatologi. Celana jeans baru ganti, dan sepatu baru kering. Tiba-tiba ujan deres banget. Payung cuma satu dipake berdua bareng Ayu, atau yang biasa saya panggil Kupang. Basah kuyup, dan shock berat ngeliat jalanan Perwira. Beginilah jadinya. Cekidot...
Mau taunya sensasinya? Maenlah ke Perwira saat hujan sedang deras-derasnya...











