Halaman

Sabtu, 30 Maret 2013

The Reason Is....

Aku bermimpi, kelak aku akan mendapatkan sesosok pria yang sempurna.
Dia pandai berolah raga. Aku akan menghampirinya dengan sehelai handuk di tangan, dan sebotol air mineral di tangan yang lain, ketika ia selesai bermain sepak bola atau bermain basket.
Dia pandai bermain gitar. Aku akan duduk di sampingnya, dan menyanyikan lagu yang sedang ia mainkan.
Dia ramah dan murah senyum. Dia akan menyambut dengan hangat, mengulurkan tangan sambil tersenyum lembut ketika aku datang menghampirinya.
Dia memiliki keluarga yang harmonis. Aku akan duduk dan mendengarkan cerita tentang berbagai hal lucu dan menyenangkan yang terjadi dalam keluarganya.
Dia berani. Dia akan menjaga aku, rela menghadapi bahaya demi aku. Atau mungkin sekedar meminta izin dari ayahku ketika hendak mengajakku pergi ke suatu tempat.
Dia perhatian. Dia akan menanyakan keadaanku ketika dia melihat sikapku yang sedikit aneh.
Dia tulus. Memeluk dengan erat, tanpa maksud apapun.
Dia peduli. Dia akan selalu mau mendengarkan keluh kesahku dan mau berbagi pundak denganku.

Pada kenyataannya....

Bukan pada pria sesempurna itu aku jatuh hati.
Dia dingin.
Dia tidak bisa bermain gitar.
Tatapannya sarat akan kesepian.
Dia memiliki banyak masalah di hidupnya.
Lalu,, apa alasan yang tepat aku bisa begitu sayang pada orang ini?
Kamu pernah merasa begitu peduli pada seseorang, tapi entah bagaimana menunjukkannya pada orang itu?
Kamu pernah merasa begitu dekat dengan seseorang, tapi pada kenyataannya dia tidak merasa sedekat itu denganmu?
Kamu pernah memberikan begitu banyak perhatian pada seseorang, tapi orang itu tak juga sadar alasan mengapa kamu begitu perhatian padanya?
Kamu pernah mencintai seseorang, tapi kamu menyaksikan dia jatuh cinta perlahan pada orang lain?
Kamu pernah mencoba membuang segala rasa, tapi pada kenyataannya itu tidak pernah berhasil sama sekali?
Aku pernah,, dan itu semua karena.......

Every Little Thing You Do

Hello, let me know if you hear me
Hello, if you want to be near
Let me know
And I'll never let you go

Hey love
When you ask what I feel, I say love
When you ask how I know
I say trust


And if that's not enough,,
 

It's every little thing you do
That makes me fall in love with you
There isn't a way that I can show you
Ever since I've come to know you
It's every little thing you say
That makes me wanna feel this way
There's not a thing that I can point to
'Cause it's every little thing you do

 

Don't ask why
Let's just feel what we feel
'Cause sometimes
It's the secret that keeps it alive
But if you need a reason why
 

Is it your smile or your laugh or your heart?
Does it really matter why I love you?
Anywhere there's a crowd, you stand out
Can't you see why they can't ignore you
If you wanna know
Why I can't let go
Let me explain to you
That every little dream comes true
With every little thing you do

 

It's everything, everything you do
That makes me fall in love with you
It's everything, everything you say
That makes me feel this way
I can't sleep,
I just can't breathe,
When your shadow is all over me.
Don't wanna be a fool in your eyes..


Listen to me, hear what I say...
 

I don't wanna feel the way that I do,
I just wanna be right here with you,
I don't wanna see, see us apart,
I just wanna say it straight from my heart..

I miss you...
 

What would it take for you to see?
To make you understand,
that I'll always believe
I still know I can't get over you.


Listen to me, hear what I say...


I miss you, I miss you, I do...

Kamis, 28 Maret 2013

Hari ini gue ga tau kesalahan apa yang udah gue buat. Bencana apa yang udah gue timbulin? Kenapa tiba-tiba gue dijutekin? Kenapa dia begitu gampang ngomong ketus ke gue? Padahal gue yang selalu nyoba buat ngertiin dia. Gue yang selalu nolong dia. Gue yang selalu siap ngedengerin apapun cerita dia. Gue yang selalu ada di samping dia ketika semua orang menjauh. Gue yang selalu ngebela dia di saat orang lain nganggap dia aneh..

Apa dia ga pernah mikirin perasaan gue sama sekali? Apa dia begitu egois ngejaga perasaannya sendiri? 

Rabu, 27 Maret 2013

Canopy = You

Sekali waktu, aku menatapmu dalam diam.
Menatap parasmu yang kerap kali menampakkan segala keletihan.
Aku hanya bisa menatapmu.
Kau sebuah kanopi yang begitu tinggi.
Sedangkan aku, aku hanya sebuah belukar yang mendongak menatapmu penuh sendu.
Kau bilang aku unik.
Bisakah kau menemukan aku di antara belukar lainnya?
Aku ragu.
Kau pernah berkata akan menjagaku ketika aku tertidur.
Apakah kelak kau akan mengatakan itu sekali lagi?
Mungkin tidak.
Aku hanya sebuah butir pasir di antara jutaan keping koin emas.
Meminta sedikit ruang di lacimu untukku terdengar sangat riskan.
Pernahkah namaku terlintas di pikiranmu walaupun hanya sedetik?
Aku selalu mengingatmu di setiap gerakku.
Ketika aku mendongak menatap langit biru, aku teringat sebuah siang yang kuhabiskan berceloteh tentang langit bersamamu.
Ketika aku mendongak menatap langit jingga, aku teringat sebuah senja yang kuhabiskan bersamamu dan kau berkata seharusnya aku melukis indahnya langit sore itu.
Ketika aku mendongak menatap langit malam, aku teringat janjimu untuk menatap bulan bersamaku dari sebuah tempat yang tinggi.
Tapi apa kau ingat aku saat kau menatap langit?
Aku terlalu buruk untuk mendapat sedikit perhatianmu.
Bahkan untuk berjalan di sampingmu, terkadang aku merasa tak pantas.
Sekali lagi, kau sebuah kanopi dan aku sebuah belukar.
Untuk bersaing mendapatkan sinar matahari pun aku tak mampu.
Kebanyakan orang akan segera menghampirimu untuk sekedar berteduh dan melepaskan lelah.
Sedangkan aku, aku tumbuh untuk ditebas.
Aku tumbuh untuk merusak dan menggores dengan perih....

Image from here


Sabtu, 16 Maret 2013

Treasure

Belakangan hari ini banyak banget masalah yang nyamperin gue. Padahal gue ga pernah ngajak main. Mulai dari masalah organisasi, tugas, deadline, temen, gebetan, rumah, semuanya lah. Gue ga tau harus cerita sama siapa. Harus numpahin unek-unek sama siapa. Dan di saat itulah Buncis dateng.

Thanks for everything.. You're a treasure that I ever had.. :) #bighug

NB: seandainya semua temen gue kayak dia -___-

Kamis, 14 Maret 2013

Suatu ketika, aku dihadapkan pada awan hitam yang memaksaku untuk bersembunyi.
Lalu, di saat yang lain kau datang menyibak awan itu hingga aku berani berharap dapat melihat matahari lagi dengan sinarnya yang menyentuh lembut.
Di saat yang sama, kau bertanya, siapa orang itu?
"Siapa orang yang telah menyentuh lembut hatimu?"
Apakah kau tidak dapat melihat orang itu di mataku?
Apakah wajahmu tidak terlukis di sana?
Atau, apakah aku sudah kehabisan warna untuk menggambarkanmu?
Apakah perhatianku padamu tak dirasa?
Apakah kekhawatiranku padamu tak tertera?
Cobalah mendengar apa yang tak mampu disuarakan....
Cobalah membaca apa yang tak mampu dituliskan....


gestipr

Senin, 11 Maret 2013

Andai waktu bisa diputar ulang. Gue akan memilih untuk terus membenci dia. Andai waktu bisa diputar ulang. Gue ga akan ngebiarin hati gue terlalu sayang sama mereka. Andai waktu bisa diputar ulang. Gue ga akan daftar BEM G. Andai waktu bisa diputar ulang. Gue ga mau di CR jadi panitia spirit. Andai waktu bisa diputar ulang. Gue ga akan mau di CR jadi panitia metday dan dijadiin kadiv PDD. Andai waktu bisa diputar ulang. Gue ga akan nanggung beban sendirian kayak sekarang. Andai waktu bisa diputar ulang. Gue ga akan ngerasa sesedih ini. Andai waktu bisa diputar ulang....

Kamis, 07 Maret 2013

Situasi

Situasi terkadang memaksaku untuk memilih
Terkadang tidak sesuai dengan keinginan
Terkadang mengharuskanku mengorbankan sesuatu

Situasi membuatku pergi menjauh
Membuatku meninggalkan seserpih kebahagiaanku
Membuatku mengambil jarak yang kian jauh

Situasi menghilangkan sebagian senyumku
Menghilangkan hal penting bagiku
Menghilangkan kebiasaan-kebiasaan di setiap hariku

Situasi..
Situasi juga yang membuatku menjadi bukan aku
Tak ingin menghilangkan celotehmu
Tak ingin menghilangkan senyummu
Tak ingin menghilangkan bahagiamu,
Maka aku pergi, memberikan ruang untukmu
Di sana tidak ada aku
Kamu bisa tertawa sesukamu
Kamu bisa berceloteh sepuasmu

Tapi berikan aku satu bintang yang kupilih
Kamu boleh memiliki berjuta-juta bintang yang lain
Berjuta-juta bintang yang bahkan lebih terang
Aku tidak butuh bintang yang paling terang
Aku hanya butuh bintang yang sedari dulu ada di sampingku
Kelak, aku harap akan menemaninya hingga ia padam..

Situasi, aku begini karena dirimu
Maka jaga mereka yang aku tinggalkan karena dirimu
Semoga aku bisa melihat senyumnya setiap hari..

Tentang Bintang

"Langit malem ini indah.."

Entah sejak kapan gue berniat ngajak Nita, Via, Afni, Lina, sama Buncis buat liat bintang-bintang cantik yang bersinar terang seperti malam ini.. Akankah suatu hari bisa terwujud?

Senin, 04 Maret 2013

The Pain

"Gesti kenapa? Abis nangis ya? Cerita sama gue, Ges.."

Kata-kata itu yang pertama kali Irma ucapin pagi ini ke gue. Gue ga abis nangis. Tapi dikira abis nangis. Tapi waktu dia bilang gue lagi sedih, iya gue lagi sedih. Dan kata-kata itu beneran bikin gue jadi mau nangis.

"There're some reasons that I can't tell to everyone. Just try to understand by looking my eyes. That's my heart's pain.."

Jumat, 01 Maret 2013

Ga Jelas Banget Tulisan Ini

Belakangan hari ini nampaknya hidup gue jadi makin ga jelas dan amburadul. Dua malem terakhir gue menghabiskan waktu nongkrong di taman GFM bareng Derri, Alfi, Ina, Niha, Erwin, Pradit, n Radini. Seru banget, jujur itu seru banget. Gue ketawa sampe guling-guling + nangis-nangis. Apalagi ngedenger dan ngeliat cara Radini cerita mistis. Lucu banget sumpah.

Tapi,,,, entah kenapa kalo ngeliat langit malem itu, gue langsung ngerasa kesepian. Langitnya indah banget. Luas terbentang di atas gue. Tambah indah karena gue ngeliatnya sambil tiduran di atas rumput.

Tapi gue ga punya siapa-siapa untuk berbagi keindahan langit malem itu. Dia ga ada. Ga ada bareng gue di sana. Gue pikir, mungkin gue ga akan pernah bisa berbagi keindahan langit malam karena kebanyakan gue menghabiskan waktu bareng dia saat hujan.

Lebih kesepian lagi karena gue kehilangan sesuatu. Sesuatu yang penting buat gue. Yang bikin hari-hari gue mungkin lebih berwarna. Walaupun ada warna lain. Tapi pelangi tanpa warna merah ga akan sempurna kan?

Tambah suram karena gue masih kepikiran piala geometric. Gimana nasibnya itu piala? Sabtu besok udah dipake dan sampe sekarang belom dipesen. Agak kesel juga sebenernya. Disuruh ngurusin piala tapi ga dikasih kejelasan apa-apa. Uangnya aja belom dikasih. Disuruh bilangin ke buncis, tapi dianya juga begitu. Kabur-kaburan kemana tau. Ngomong ke Ijal, dia alesan ini itu. Ngomong ke Ayu, dia bilang entar entar. Pengen nangis mikirinnya....