Halaman

Rabu, 08 Februari 2012

Tentang Yujin..

Tuhan,, mereka sahabat-sahabatku.. Yang kusayang dan menyayangiku.. Jaga dan lindungi mereka Tuhan, biarkan persahabatan kami terjalin hingga takdir memaksa kami untuk saling melepaskan..

Kalian tahu? Awalnya gue sempat nyesel karena gue ga masuk di SMA pilihan gue. Tapi sekarang gue sangat bersyukur karena gue ga keterima di SMA itu. Karena di SMA itu ga ada yujin, ga ada sahabat-sahabat sebaik mereka, yang gue punya sekarang.

"Hei,, hari ini mau ke mana? Main ke rumah Yuli yuk!"
Sebuah tradisi di hari Jumat ketika sekolah hanya diisi dengan kegiatan ektrakurikuler..

Gue bukan orang yang pandai berkata-kata. Bahkan untuk ngungkapin seberapa berharganya mereka buat gue aja, gue ga tahu caranya. Bagi gue, mereka itu 7 not yang membuat sebuah lagu mengalun begitu indah. Kehilangan salah satunya saja, dapat merusak keharmonisan lagu tersebut. Bayangkan jika sol menghilang dari tangga nada. Apa yang akan terjadi?

"Woii,, jangan lupa nanti latihan perkusi ya di rumah Yuli."
Hal yang seolah menjadi kegiatan rutin ketika kelas kami ingin mempersembahkan sebuah penampilan dalam acara perpisahan kakak tingkat kami, ketika kami duduk di kelas XI.

Dan buat kalian, sahabat-sahabatku sayang, gue sangat berterima kasih kalian udah mau jadi pundak yang begitu nyaman untuk bersandar, kalian selalu ada buat gue waktu gue seneng maupun sedih, kalian selalu mau dengerin gue walaupun hal yang gue ungkapin ga semuanya layak di hati kalian, kalian selalu ngingetin gue untuk terus berjalan lurus ketika gue mulai tertarik dengan hal yang ada di balik tikungan

"Yuk berangkat. Jadi kan ke pasar jumat?"
"Hah, pasar jumat? Emang kita mau ke pasar jumat?"
Jujur, aku sama sekali tidak mengetahui rencana itu. Tapi mereka menyertakan aku di dalam rencana mereka. :) 

Gue selalu berharap kita bisa terus ketawa bareng-bareng, melakukan banyak hal konyol by our own way, sedikit melakukan hal ajaib tapi tetap tidak mengurangi nilai, ngumpul bareng hingga orang-orang di sekitar terasa tidak begitu penting.

"Heii,, ayo kita bikin kue buat Fara. Nanti kita bikin krimnya juga."
"Yah, gimana nih! Krimnya ancur, gagal, abstrak, ga jelas."
Salah satu niat baik yang sayangnya tidak dilengkapi dengan keahlian, maka dapat menimbulkan sebuah kekonyolan yang akan terus diingat.

Semua hal yang terlewat, gue rekam baik-baik. Hingga kelak gue bisa berbagi cerita tentang kalian ke putra-putri gue, dan berharap mereka akan memiliki sahabat seperti kalian.

Sampai jumpa kawanku..
Semoga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan.. 

Terkadang gue berpikir, kira-kira siapa di antara kita yang akan nikah lebih dulu? Punya anak lebih dulu? Punya menantu lebih dulu? Punya cucu lebih dulu? Hingga akhirnya pergi lebih dulu. Tapi sebelum semua itu terjadi, ayo kita nikmatin masa muda, mengukir lebih banyak cerita, memetik lebih banyak prestasi, menuai hasil yang diraih, meninggalkan jejak-jejak di dunia, hingga semua orang mengenal kita. "Dia yang selalu bersama 7 orang sahabatnya". Bukankah kalimat itu terdengar indah??

Terima kasih Wiradhika Kartika Malik, Dian Mawarni, Risna Fauziah, Faradillah Lamira, Nurry Cahyani, Yuliana Sari Haluk, Sayyidah Dessi Madaniyah..

dulu - sekarang - selamanya
 

1 komentar:

Anonim mengatakan...

holla ges, wkwkwk
i'm HERE, OH MY GOD ...
wohoo, gesges bagus tulisannya, tapi mata rena #.#
gara-gara pemilihan warna font yang ga tepat . hahaha
gesges miringin noh katakata bahasa inggrisnya, bukan biar apa-apa biar lucu aja gitu. *smirk*
ahahaha yujin yujin yujin ahaha

-salam termanis dari istri sah JONG IL WOO-

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar