Pagi itu, diiringi wajah sendu aku meninggalkan rumah untuk kembali ke kampus, karena ada pertemuan anggota fokustik untuk merenovasi mading BEM TPB. Malam sebelumnya sebuah SMS masuk dan mengabarkan bahwa hari itu Faza berulang tahun. Aku sibuk memikirkan sebuah rencana di dalam angkutan umum. Rencana memberi kejutan untuk Faza. Akhirnya aku putuskan untuk membeli sebuah kue ulang tahun, dan aku meminta anggota fokustik yang lain untuk berpartisipasi.
Aku bersembunyi di balik pundak-pundak luar biasa milik fokustik, Rhefa dan Rudi, sambil membawa kue. Lagu selamat ulang tahun kami nyanyikan dan Faza seperti tidak percaya dengan apa yang kami lakukan untuknya. Acara kami lanjutkan dengan foto-foto dan pemotongan kue.
Setelah puas mengobrol dan menunggu Tajul kembali dengan lembaran-lembaran kertas yang baru di print, kami pindah lokasi dari stevia ke mading BEM TPB. Tugas kami memang banyak, dan sampah yang kami timbulkan juga banyak. Tapi itu semua sama sekali tak ada artinya, ketika semua canda menghapus segala penat dan kejenuhan.
Semoga, kelak fokustik akan menjadi keluargaku yang sangat aku banggakan. Memberi warna di hidupku yang kelabu, menghadirkan senyum ketika bayangan wajah mereka terlintas, dan menjadi potongan-potongan mozaik untuk dikenang. Tidak hanya terikat oleh tugas semata. Adzkiy, Faza, Icha, Rhefa, Reza, Rudi, Rosa, Tajul, Mita dan Rizka, mereka keluarga baruku.






























